Sunday, March 18, 2012

Damai Itu Indah


Angkat dua jarimu kawan !

Dunia ini makin terasa sempit bila gemuruh di mana-mana.
Yah, kau tau negara tempatmu berteduh ini hanyalah negara yang mampu saling menjajah. Dengan ketololan publik media makin gila membuat pasar pusing dengan suntikan sinetron dan cabikan SARA.

Sesungguhnya media rasis. Sesungguhnya mereka memaksa kita mengerti apa arti dari elo-gue. Plis deh, kamu pikir aku ini tinggal di Kota Metropolismu !

Pemerintahan tak henti-hentinya di maki oleh rakyatnya. Tak satupun rakyat mampu memncerminkan dan ikut melancarkan program pemerintah bahkan presiden kita. Sebut saja SBY.
Yah, inisial sudah cukup.

Perlu diadakan pelatihan menjadi bawahan. Soalnya latihan kepemimpinan sudah terhambur di mana-mana. Mesti ada pelatihan menjadi rakyat yang baik. GAk brutal.

Rusak semua fasilitas umum dengan kebrutalanmu. Kita tinggal di satu wilayah namun merusak satu sama lain.

Pemerintah rusak rakyatnya dengan uang.
rakyat rusak dirinya karena ikut-ikut media barat stupid nan sinting.
FREE SEX jadi budaya, jajah perempuan dengan kelamin, jajah lelaki dengan matre !
Dunia apa ini?

Satu cara, berdamailah dengan emosi dan dirimu sendiri. Mungkin itu bisa membantumu menjadi stabil, tak lagi labil.

Yah, sebenarnya di usia berapa seseorang dikatakan stabil.

ketika tiiit melakukan tindakan kotor di usianya yang masih SMP. Dia berkata.

"saat itu saya masih labil."

Lalu, mereka yang sudah dewasa pun banyak yang melakukan hal kotor di pub murahan, labil juga kan?

Kontrol !

Dunia ini gila. Kita saling menjajah, saling merusak. Menjadikan kawan sendiri sebagai saingan.
Kalau mau bersaing jangan dengan teman sendiri, karena temanlah yang buat kita berhasil bukan saingan kita.

Persetan dengan aturan dunia.

Sudah kubilang, aturan agama yang LOGIS. Dunia gak masuk akal.

Semua itu hanya kebijakan untuk keuntungan beberapa pihak.

Oh, tidak, Aku berusaha menjadi warga yang baik untukmu presiden. Karena aku telah memilihmu seraya mencelupkan kelingkingku yang mini-mini sweet di gelas tinta hitam rock n roll saat itu.
Yah, berdamailah. Mari damai, termasuk antar parpol yang ada.

Jangan turun ke parlemen mewakili partai, tapi mewakili rakyat!

namanya kan DPR (DEWAN PERWAKILAN RAKYAT) bukan DEWAN PERWAKILAN PARPOL.
bersatulah, angkat dua jari !

DAMAI LAH RAKYAT DAN PEMERINTAH.

:)

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.